Ilustrasi Analisa Batas Hutan untuk Perijinan
Hutan

Serba Serbi Analisa Batas Hutan; Bukan Sekadar Perhitungan Luas Wilayah Yang Kompleks!

Merupakan suatu kawasan yang identic dengan istilah paru-paru bumi, hutan dengan segala isinya perlu dilestarikan dan dijaga demi keberlangsungan ekosistem. Namun sayangnya, sudah banyak pelanggaran yang kerap kali terjadi, yang malah mengancam fungsi dari sang paru-paru bumi itu sendiri. Sebagai contoh, penebangan liar dan perburuan hewan misalnya. Analisa batas hutan untuk perijinan

Sudah banyak berita bertebaran di media massa, bahwasanya sering kali penebangan liar di hutan dilakukan tanpa adanya rekonstruksi maupun reboisasi. Hal ini tentunya bisa memberikan dampak yang cukup signifikan, karena gak ada penahan tanah yang solid. Bayangkan, kerusakan hutan bisa menimbulkan potensi longsor, banjir, dan sebagainya. 

Tak lupa, beberapa oknum bertanggung jawab juga beberapa kali melakukan pembakaran hutan, yang juga merusak habitat asli hewan-hewan di dalamnya. Kepunahan pada hewan pun perlahan mulai terjadi, makanya masyarakat pun semakin gencar meningkatkan kesadaran sosial terkait kasus ini agar bisa terus dikawal. 

Analisa Batas Hutan, Yang Perlu Masyarakat Ketahui 

Untuk itu, sebenarnya, ada peraturan yang memang mengatur tata batas hutan dan lingkungan hidup. Segala peraturan tersebut dikeluarkan oleh Menteri kehutanan dalam Panitia Tata Batasan Kawasan Hutan No. P.25/MENHUT-II/2014. Tidak hanya terbatas soal analisa batas hutan, dalam peraturan ini, tertera pembahasan mengenai sumber daya alam hayati,  

Secara singkat, bisa dikatakan bahwa pemeliharaan lingkungan hutan juga memerlukan analisa batas hutan untuk perijinan, yang bertujuan untuk mengatur fungsi Kawasan hutan, hak-hak kepemilikan, inventarisasi mulai dari tanaman/pohon-pohon dan makhluk hidup di dalamnya, dsb. Segala pembatasan tersebut tentunya untuk melindungi hutan dari penyalahgunaan oknum-oknum tak bertanggung jawab, yang bisa saja memanipulasi kekuasaannya atas wilayah hutan tersebut. 

Pemeliharaan pun semakin dimudahkan dengan adanya tata batas hutan yang telah ditetapkan. Misalnya, menjaga keadaan hutan agar tetap terpelihara rintis batasnya, secara teknis tidak ada yang terbengkalai/terabaikan begitu saja, hingga ketika suatu lembaga yang berwenang ingin melakukan program, tidak ada kendala dan hambatan-hambatan prosedur yang sulit.  Mengapa demikian? Karena sudah ada kepastian/kejelasan hukum yang dibangun dan dijaga terkait analisa batas hutan. 

Kesimpulan 

Hutan-hutan di Indonesia sendiri memiliki beberapa fungsi, seperti tempat rekreasi/wisata alam maupun konservasi hewan dan tumbuhan-tumbuhan yang terancam punah. Oleh sebab itu, penting sekali pemerintah setempat memberlakukan analisa terkait wilayah hutan, agar jelas batasan-batasannya, bukan hanya untuk kepemilikan melainkan juga bagi masyarakat awam sebagai pengunjung. 

Intinya analisa batas hutan untuk perijinan akan memberikan ‘title’ bagi setiap are hutan, baik yang bisa terbuka untuk publik maupun yang tidak. Dasar pengetahuan mengenai hal tersebut tidak hanya harus dipelajari oleh para pelajar kehutanan saja, melainkan seluruh lapisan masyarakat. Demikianlah informasi yang bisa penulis berikan pada artikel kali ini, semoga bisa bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *