pengukuran lahan untuk pengembangan pelabuhan
Pembangunan

7 Lingkup Pekerjaan Penting dalam Pengukuran Lahan Pengembangan Pelabuhan

Pengukuran lahan yang dilakukan dalam pembangunan perumahan dengan pengukuran lahan untuk pengembangan pelabuhan tentu berbeda jauh tahapannya. Tahapan yang dilakukan dalam pengembangan pelabuhan pastinya lebih banyak dan membutuhkan waktu lama. Ingin tau apa saja lingkup kerja yang harus dilakukan dalam pengembangan pelabuhan di suatu wilayah? Dibawah ini ulasannya untuk Anda.

Survei Pendahuluan

Suatu bentuk kegiatan yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan informasi mengenai objek tertentu tanpa melakukan verifikasi secara rinci dan mendalam. Pihak yang merencanakan pembangunan terlebih dahulu terjun lapang untuk studi banding apakah wilayah tersebut diperkirakan cocok dijadikan pelabuhan berikut risiko yang mungkin akan terjadi.

Penentuan Batas Area Pengukuran

Dalam menentukan batas area pengukuran wilayah/lahan untuk pengembangan pelabuhan atau pembangunan lainnya biasanya menggunakan metode kartometrik. Metode kartometrik adalah proses penelusuran atau penarikan garis batas pada suatu peta kerja, pada metode tersebut akan dilakukan pengukuran serta perhitungan posisi dari jarak, titik dan luas wilayah dengan patokan peta dasar dan peta lain sebagai pelengkap. 

Penentuan Lokasi GCP dan Pengukuran GNSS

Ground Kontrol Point (GCP) atau titik kontrol tanah merupakan target besar yang biasanya ditandai pada tanah. GCP dapat membantu tingkatkan akurasi peta. Untuk mengukur lokasi GCP memerlukan bantuan Pasca Pengolahan Kinematik (PPK) atau Receiver Real Time Kinematic (RTK). 

Tips menempatkan GCP antara lain GCP harus tersebar merata pada tanah, menggunakan zona penyangga di sekeliling batas peta, perhatikan adanya ketinggian yang berubah dan pastikan tidak ada sesuatu yang menghalangi GCP seperti salju, silau, overhang dan lain-lain. Sedangkan GNSS (Global Navigation Satellite System) digunakan dalam menentukan posisi melalui beberapa metode misalnya real time, rapid static pseudo kinematic dan lain-lain.

Proses Pengukuran Kerangka Kontrol Horisontal dan Vertikal

Pengukuran kerangka horizontal adalah tempat kedudukan titik pada permukaan bumi kemudian proyeksikan dalam satu bidang datar yang besarannya ditentukan koordinat kartesius bidang datar. Ada 2 komponen yang harus diperhatikan yaitu jarak (datar dan miring), sudut (mendatar, miring, jurusan). 

Sedangkan untuk kerangka vertikal yaitu teknik pengukuran kumpulan titik yang telah diketahui posisi vertikalnya berupa ketinggian terhadap bidang rujukan pada ketinggian standar. Pengukurannya dapat dilakukan dengan 3 cara seperti metode sipat datar, barometris dan trigonometris.

Pengukuran Detail Situasi

Pengukuran detail mengenai kondisi fisik bumi seperti gunung, lembah, sawah, kebun, jalan raya, punggungan dan kondisi lainnya secara detail teliti dengan tujuan untuk mendapatkan akurasi data wilayah. 

Pemeruman Lokasi Perairan

Dilakukan dengan metode Singlebeam Echosounder dengan tujuan mengukur kedalaman wilayah perairan yang akan dijadikan objek pelabuhan. Jenis sonar yang kerjanya dengan merambatkan gelombang akustik pada air kemudian waktu pantulan gelombang akan dihitung. Hal ini penting dalam untuk pengukuran lahan untuk pengembangan pelabuhan.

Survei Pasang Surut

Pengamatan ini dilakukan untuk dapat menentukan posisi bidang acuan kedalaman baik rerata muka air laut, kondisi surut kemudian dapat melakukan koreksi hasil survey sebelumnya.

Semoga informasi diatas bermanfaat untuk menambah pengetahuan Anda tentang ilmu pembangunan. Terimakasih dan selamat menjalankan aktivitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *